Subscribe to Marketing Chauvinist
Subscribe to Marketing Chauvinist
Subscribe to Marketing Chauvinist by mail

Jangkau Prospek Anda pada 3 Tingkatan

Reporter: Budianto Zhen 0 Responses

Seorang Direct Marketer pernah berkata, “Kami ingin menjangkau prospek dalam 3 tingkatan – intelektual, emosional, dan personal.”

Intelektual adalah tingkatan yang pertama. Anda akan mendapatkan hasil yang baik sekali apabila mampu menjangkau intelektualitas prospek. Hasil yang lebih baik lagi akan Anda dapatkan apabila mampu menjangkau tingkatan berikutnya.

Pendekatan intelektual didasarkan pada logika. Sebagai contoh, “Beli saham yang kami rekomendasikan di newletter investasi kami dan Anda akan melampaui indeks 50% sampai 100%.”

Tingkatan selanjutnya yang lebih kuat adalah pendekatan emosional. Emosional diantaranya ketakutan, keserakahan, cinta, amal, dll. Masih dari contoh mengenai produk investasi; “Saran kami dapat membantu Anda mengurangi kerugian dan menghasilkan lebih banyak uang, sehingga Anda akan menjadi lebih kaya dibanding teman-teman dan tetangga Anda. Anda dapat membeli mobil baru yang Anda impikan – Lexus, BMW, atau mobil mewah apa saja yang ingin Anda miliki – dan Anda akan tidur lebih nyenyak di malam hari.”

Tingkatan tertinggi dalam menjangkau prospek adalah secara personal. “Apakah Anda sebagai korban penurunan drastis saham teknologi di bulan April? Lalu, impian Anda untuk pensiun dini atau kebebasan finansial menjadi buyar? Dengarkan! Sekarang Anda dapat membangun kembali kekayaan Anda dan membuat impian pensiun dini dan kebebasan finansial Anda menjadi nyata. Lebih cepat dari yang Anda pernah bayangkan.”

Sumber: Special Report Bob Bly, How to Double Reponse Rates at Half Cost Page 9.


Read more...

Membuat Subjek Email yang Menarik untuk Dibaca

Reporter: Budianto Zhen 1 Response

image Seringkali pengguna email kewalahan dengan jumlah email yang masuk ke dalam inbox mereka. Sehingga mereka tidak lagi membaca semua email satu per satu. Email dengan pengirim dan tujuan tidak jelas tentu akan langsung dihapus. Mungkin surat penawaran Anda juga bernasib sama selama ini?

Dalam special report How to Double Your Response Rates at Half The Cost, Bob Bly meminjam formula yang dibuat oleh Michael Masterson. Formula Michael Masterson mengenai subject email yang baik harus memiliki “4 U”, yakni:

  • Urgent. Unsur mendesak dapat diciptakan dengan elemen waktu. Keterdesakan akan membuat pembaca untuk segera melakukan tindakan. Sebagai contoh, “Menghasilkan 10 Juta dari Rumah Sebelum Akhir Tahun” lebih terasa mendesak dibandingkan “Menghasilkan 10 Juta dari Rumah” saja. Penawaran diskon atau hadiah dengan batasan waktu juga dapat menciptakan unsur mendesak.
  • Unique. Subject haruslah menceritakan sesuatu yang baru atau berbeda. Bisa juga sesuatu yang pernah didengar tetapi diceritakan dengan berbeda. Sebagai contoh, “Mengapa Wanita Jepang Memiliki Kulit yang Indah?” lebih unik dibandingkan “Hemat 10% untuk Pembelian Perlengkapan Mandi dari Jepang”
  • Ultra-specific. Tulisan yang spesifik akan terasa lebih meyakinkan dan menarik. Sebagai contoh, “Bagaimana Memotong Biaya Pelatihan Sampai 90% dengan E-learning?” lebih baik dibandingkan “Bagaimana Memotong Biaya Pelatihan?”
  • Useful. Berguna untuk kepentingan si pembaca. Misalnya, “Diskon 30% untuk Pembelian Buku di Gramedia” menawarkan keuntungan untuk menghemat uang.

Pustaka: Special Report Bob Bly, How to Double Reponse Rates at Half Cost Page 3.


Read more...

10 Teknik Persuasi Terbaik

Reporter: Budianto Zhen 0 Responses

image Dalam bukunya How to Double Reponse Rates at Half Cost, Bob Bly melakukan riset mengenai teknik-teknik favorit yang digunakan oleh para copywriter dunia. Teknik-teknik tersebut diantaranya:

The “so what?” test | Setelah Anda menulis naskah Anda, baca dan ajukan pertanyaan “So What?” Apabila Anda merasa bahwa pembaca kemudian hanya akan mengatakan “So What?”, maka revisi naskah Anda sampai mereka berpikir ”Ini yang Saya Cari-Cari. Bagaimana untuk Mendapatkannya?”

Baca dan ajukan pertanyaan “So What?” untuk setiap kalimat yang Anda tulis sehingga tulisan Anda akan secara alami mengalir sesuai dengan pikiran pembaca.

Pendekatan lainnya, ajukan kelima pertanyaan berikut untuk membuat naskah penawaran yang kuat:

  • What’s The Big Idea?
  • So What?
  • Why does it matter now?
  • Why does it matter to this audience?
  • How Well does that idea connect to the product?

Gunakan unsur emosional dalam naskah | Unsur emosional diantaranya rasa takut, keserakahan, perasaan bersalah, eksklusitivitas, kemarahan, dll. Denny Hatch berkata, “Apabila tulisanmu tidak mengandung salah satu atau lebih unsur-unsur ini, sobek tulisanmu dan tulis ulang.”

The drop-in-the-bucket technique | Anda harus bisa menunjukkan bahwa harga yang Anda berikan hanya bagaikan “satu tetes air dalam sebuah ember” dibandingkan dengan manfaat yang akan di dapat. Pendekatan ini harus diupayakan sejak perencanaan pengembangan produk.

Know your audience | Pahami target pelanggan Anda – ketakutan, kebutuhan, kepercayaan, sikap, dan keinginan. Lakukan penelitian untuk dapat memahami kehidupan dan hal yang memotivasi target pelanggan Anda. Penelitian dapat melalui wawancara, survei, atau focus group.

Tulis layaknya sedang berbicara | Gunakan bahasa percakapan lisan Anda sehari-hari. Gunakan bahasa yang simpel dan mudah dipahami. Sesuaikan dengan bahasa yang biasa digunakan oleh target Anda.

Be timely | Ketahui berita-berita terkini dan hubungkan dengan naskah Anda.

Mulai dengan poin terkuat Anda | Cari poin terkuat dalam naskah Anda dan pindahkan ke baris pertama naskah Anda.

The tremendous whack theory | Ketika Anda memiliki sesuatu yang penting untuk disampaikan, jangan bertele-tele dan menggunakan bahasa yang rumit. Langsung sampaikan inti dari maksud Anda. Ulangi sekali lagi. Kemudian sekali lagi untuk ketiga kalinya.

Bangun kredibilitas Anda di hadapan pembaca | Komunikasikan kebenaran. Apabila Anda terus melakukannya, suatu saat Anda akan mendapat perhatian pembaca Anda. Apabila Anda gagal melakukannya, teknik penulisan naskah sebaik apa pun tidak akan menyelamatkan Anda.

Tulis seakan Anda tengah terlibat percakapan dengan pelanggan | Bayangkan Anda terlibat percakapan secara langsung dengan pelanggan dan tulislah naskah Anda sebagai respon perkataan mereka. Berikan solusi untuk masalah yang sedang mereka miliki.

Pustaka:

Special Report Bob Bly, How to Double Reponse Rates at Half Cost Page 15.

CopyRoundtable #427 John Forde, How to Spot a “Big Idea”


Read more...

Meningkatkan Penjualan Sampai 31.500% !!?

Reporter: Budianto Zhen 0 Responses

sales Sebelum menawarkan produk atau jasa kita ada baiknya kita memikirkan terlebih dahulu ap yang dikatakan oleh Tung Desem Waringin sebagai USPS.

USPS merupakan akronim dari:

U = Ultimate Advantage, yakni keuntungan atau kelebihan apa yang kita miliki dibanding pesaing kita, baik dari sisi feature maupun benefit. Kelebihan yang hanya ditawarkan oleh kita saja. Misal, ultimate advantage dari Domino Pizza yang pernah menawarkan pengantaran pizza tidak lebih dari 30min atau Anda akan mendapatkannnya gratis. Hal itu merupakan ultimate advantage dari Domino Pizza karena tidak ada pesaingnya yang memiliki advantage seperti itu.

Berbeda dengan misalnya jasa penerbangan yang menekankan pada jumlah penerbangan 5x ke Pontianak. Kalau misalkan maskapai tersebut hanya satu2nya penerbangan ke Pontianak, maka itu merupakan ultimate advantagenya. Namun, apabila maskapai lain juga terbang ke pontianak sebanyk 7-8x, maka penerbangan 5x tidak lagi menjadi ultimate advantage.

S = Special Offers, yakni apa yang kita tawarkan kepada calon pembeli. Mengapa mereka harus membeli dari kita? Dan mengapa harus sekarang? Ciptakan special offers yang luar biasa sehingga pembeli akan merasa goblok sekali jika tidak membeli sekarang. Tentukan jangka waktu berakhirnya special offers, sehingga pembeli tidak akan menunda-nunda keinginannya untuk membeli.

Contoh dari special offers misalnya ada sebuah maskapai penerbangan yang mengeluarkan program “Cukup tambah 1 dolar untuk menginap di hotel bintang 4 Singapore” apabila terbang ke Singapore dengan jasa penerbangan kami. Rasanya goblok bgt menolak untuk membayar 1 dolar klo memang Anda ingin menginap di sana.

P = Powerfull Promise, yakni apa yang Anda berikan sebagai janji atau garansi. Mengapa dia harus percaya kepada Anda? Berikan janji yang kuat dimana pelanggan akan merasa tidak ada ruginya apabila dia mencoba. Contoh garansi yakni “Apabila Anda tidak puas dengan produk kami dalam 3bulan, Anda dapat menukarkannya kembali dengan uang yang Anda keluarkan tanpa potongan ap2 dan kami juga tidak akan menanyakan alasan Anda mengembalikan produk kami.” ato “Apabila ada yang lebih murah, kami ganti selisihnya 36x lipat.”

S = Something Shocking, yakni sesuatu yang menarik dan unik. Kita semua akan menjadi imun dengan sesuatu yang ‘biasa’ dan ‘lazim’, sehingga kita tidak akan mempedulikannya lagi. Oleh karena itu, untuk menarik perhatian, kita harus mengeluarkan sesuatu yang sensational. Sesuatu yang sensasional juga akan menjadi cerita yang diteruskan dari mulut ke mulut.

Contoh something shocking yakni “Gratis Mua Operator” atau “Telp Gratis 24jam”. Selama hal ini merupakan yang pertama kali, tentunya akan sangat menarik. Namun, lama kelamaan mungkin saja hal ini diikuti pesaing, sehingga tidak ‘unik’ lagi. Oleh karena itu, something shocking perlu diupdate sesuai perkembangan pesaing.

Pastikan USPS di atas tergambar dalam headline Anda. Karena 80% dari pembeli hanya membaca headline Anda. Apabila, headline Anda tidak menarik sama sekali, maka kemungkinan Anda akan kehilangan 100% pelanggan Anda. Loh mengapa 100%?? Bukannya hanya 80% yang membaca headline saja? 100% yah karena 20% sisanya bahkan tidak membaca sama sekali!

Lakukan tes dengan headline yang telah Anda buat. Untuk permulaan, keluarkan budget minim terlebih dahulu. Anda bisa mengetes varian lokasi iklan, judul headline, ukuran iklan, dan frekuensi, dan banyak iklan. Lakukan tes2 seperti ini terus menerus, karena perbedaan 1 huruf dalam headline saja kadang bisa memberikan hasil yang sangat jauh berbeda!

Apabila memasang iklan di majalah, biasanya lokasi yang paling mahal secara berturut2 adalah cover depan, cover belakang, cover depan dalam, cover belakang dalam, dan tengah majalah. Menurut penelitian, iklan yang baik adalah yang berada di kanan dan atas. Namun, mungkin berbeda untuk negara yang menulis dari kiri ke kanan, seperti Arab dan China. Atas lebih baik karena kecenderungan manusia untuk melihat dari atas ke bawah.

Kalau begitu, mengapa cover depan dalam yang terletak di kiri malah mahal. Hal ini semata-mata hanya karena kertasnya glossy lebih mahal? Mungkin saja!? Jadi, sebaiknya Anda tes terlebih dahulu apa yang terbaik bagi Anda. Selain itu, frekuensi lebih baik dari ukuran. Drpd memasang iklan 2 halaman full, lebih baik memasang iklan2 kecil secara tersebar dengan variasi headline, layout, dsb.


Read more...

Followers